Feb 21, 2005

Izah..



Hari ini hari jadi ke-22 teman teristimewa...my best friend, Farizzah Mohd Khairuddin, or simply, Izah.

Had a lot of good and bad times with her.

We only fought once. Over pictures of 'pau'. Sound stupid. Thank god, I've managed to console her. By making jokes about the 'pau'. *ehehehe*

Most of my school-time experiences attributed to her.
She led a very interesting life, because she herself is a very interesting person.
I'm lucky to have her as my bestfriend.
How plain and dull would my school years would be without her.

Thanks for keep being my friend. Though we're now apart, and we although we have our own friends, I hope we would still treasure our friendship.

It's not easy to find anyone who would play 'tembak-tembak' around school.....when you're 16/17....

HAPPY BIRTHDAY!!!


Betapa kita hanya insan biasa. Tapi persahabatan ini telah cukup buat kita gembira.

Feb 14, 2005

Valentino

Valentine.
Sambut?
"eh mestilah!"
Kenapa?
"nanti awek marah"
Marah?
"ye lah, nanti dia kata tak sayang dia"
Sayang?
"ha ah, di Hari Valentine jek yang kite boleh tunjuk sayang"

Bodo, maksudnyer di hari Valentine sahaja yang ko sayang dengan awek ko?
Apa perlu ada satu hari untuk tunjuk rasa sayang?
Bila ada 364 hari lain untuk buat begitu?


sememangnya, ko ni..hamba Valentino...

Pathetic.

Feb 5, 2005

Temani aku




Andai si burung bisa berkata,
biarlah aku meneman cengkerik,
nyanyikan lagu di malam hari,
namun bisakah aku berkata,
apabila tiba masanya?

Andai si cengkerik bisa berkata,
biarlah aku meneman pungguk,
merindu bulan di malam hari,
namun bisakah aku berkata,
apabila tiba masanya?

Andai bulan bisa berkata,
biarlah aku meneman bintang,
berkelipan di angkasa beribu indahnya,
namun bisakah aku berkata,
apabila tiba masanya?

Andai bintang bisa berkata,
biarlah aku meneman langit,
dalam selimut gelapnya melitup tanah,
namun bisakah aku berkata,
apabila tiba masanya?

Andai tanah bisa berkata,
biarlah aku meneman laut,
meluas merentang mendalam membiru,
namun bisakah aku berkata,
apabila tiba masanya?

Andai laut bisa berkata,
biarlah aku meneman mentari,
terbit membara benam membakar,
namun bisakah aku berkata,
bila tiba masanya?

Andai mentari bisa berkata,
biarlah aku meneman burung,
terbang bebas ke seluruh alam,
namun bisakah aku berkata,
apabila tiba masanya?

Aku mendengar luahan mereka,
Aku berkata,
Kalau kau temani mereka,
Siapa pula 'kan temani aku?


Betapa, dunia itu saling mencintai. Kenapa tidak kita, makhluk paling berakal?