Sep 19, 2005

Tiga




Tiga,
tahun... sudah di bumi asing,
bahasa melayu pun dah kering,
akhir-akhir di bumi sendiri aku jadi pening.

Tiga,
bulan...cuti aku di sini,
rasa macam tak cukup cuti ini,
rasa nak tambah 1-2 bulan lagi.

Tiga,
minggu...aku merungut dan melangut,
buat kerja sampai badan naik semput,
fikir-fikir sampai dahi naik kerut.

Tiga,
hari...aku layan saudara dan teman,
sampai aku pun naik demam,
nak buat macam mana...'rindu' ni kejam.

Tiga,
jam...masa untuk berlepas,
hati naik sedih tambah cemas,
teringat tahun lima aku jadi lemas.

Tiga,
minit... aku doa selamat tiba,
doa buat keluarga di luar sana,
doa jangan sesekali putus asa.

Tiga,
saat...aku dah di udara,
tengok daerahku secubit cuma,
tapi di ingatanku besar sentiasa.


Perjalanan pulang? Sudah menjadi satu 'ritual'. bukan enggan menangis, tapi kerna dah naik bosan.

Sep 9, 2005

Hepi Beday sis....

Selamat ulang tahun buat sis,

Ya udeh, 24 sudah.

Sudah maju bener...

Seawal usia 24..
- kakak udah grad
- merasa nikmat berpasangan
- kini, berbadan dua
- tambahan lagi sudah kerja
- nikmatiin wang sendiri
- tinggal di rumah sendiri
- bebas dari famili
- bisa bikin kata putus semdiri


Emangnya, enak?

Aku?

24?

- masih di rantau orang
- masih perlu baca buku.
- tapi, mungkin sudah grad....InsyaAllah.
- duduk menumpang rumah papa
- duit pun duit rakyat
- tunang belum, kahwin pun belum...*hmm*
- anak? anak mata, anak tekak ada lah...
- umur dah lanjut, masih diikat kontrak.


SELAMAT HARI JADI..buat sis gue....

Moga hidup ceria terusssssssss.......................

Sep 1, 2005

MERDEKA!

Sudah 48 tahun merdeka.

Duduk di rumah sahaja. Melihat perarakan di kaca TV. Tidak pernah sekalipun dalam seumur hidupku merayakan kemerdekaan. Bosan.

Maaf. Patutnya aku berbangga. Iya. Sudah merdeka, aku sudah cukup puas hati. Sekurang-kurangnya lebih baik dari mereka di luar sana yang sibuk dengan perangnya, kebulurannya, kemiskinannya, ketidakstabilan politiknya...

Sebelum Malaysia, Indonesia juga merdeka. 15hb Ogos. Namun Indonesia sangat kucar kacir. Sehinggakan untuk mengenal agama dari nama pun, otakku bercelaru.

Bersama Malaysia, India juga merdeka. 31hb Ogos. Namun India sangat kucar kacir. Sehinggakan untuk beragama pun susah.

Malaysia merdeka 48 tahun. Kali ini, perayaan peringkat Sarawak diadakan di Kapit. Daerah kakakku sekarang. Sibuk katanya. Masakan tidak, sebelum itu, kecoh ada helikopter terhempas. Semenjak kakakku pindah ke Kapit, semakin popular Kapit.

Seperti yang aku cakap. Aku sememangnya tidak ada hati menyambut merdeka. Ah, jangan pula kau tuduh aku pengkhianat. Selagi aku merasakan anak bangsa ku tidak merdeka dari jajahan psychology Barat, biarlah aku simpan dulu 'mood' untuk menyambutnya di lain hari.


Sarawak merdeka 16hb September. Kerna itu juga, aku tidak ada mood.


Yah, merdeka! merdeka! merdeka!

Aug 30, 2005

Foochow Sibu..

Being Sarawakian is one thing. It's totally different from being a 'lepeh'. No offense, but being Bornean is such a special thing..for me it is. Being both Melanau Mukah, and Foochow Sibu..well, both are interesting. The combination is er...just nice :p

I went back with my mum and dudin to Sibu the other day. Since grandpa passed away this February, mum made a great effort of visiting grandma...I guess it's one way of washing away her regret for being unable to say any last words to mendiang Wong...(well, let bygone be bygone..)

Anyway, we arrived in Sibu about 5pm. Aunty Rebecca picked us at the airport. Then we went to the dockyard, to pick up my sis, who's coming from Kapit by boat...Without any delay, we went straight back home to grandma's house at Jln Pedada...

Later that night, we went out for dinner. It's a routine that whenever our family came visit, aunty will bring us out for dinner..cant have dinner at home anyway...hehe...religion thingy...

Thanks to aunty, we had nasi lemak for dinner (eheheheh)..and satay...and yeah, aunty became so Melayu, she also had teh tarik...ahaha...

Next stop wa
s the pasar malam...I love this place so, so much!!! Because, one of the Malay stall sells PAU!!! DELICIOUS PAU!!! Yeah, everytime our family went back to Sibu, me and my dad would search for this stall...nyehehe...Sibu is very famous for its' pau. But tonight, I'm quite dissapointed..No red bean pau..just some vege pau...erkhwekkkk...

Next day, we went out again. We went to the shopping mall..bought some pirated CDs an
d VCDs...ehehe... We also went to the new park at the centre of the town. It had the phoenix as its' town symbol. Surrounding the phoenix were the 12 Chinese year animals. As usual, pig is the hideous one..ahaha...
Then we went to pasar kering. Sis bought some mi sua...Mum bought some udang kering kelas AAA (hahah) for me...And then, both mum and aunty went on spying at my going to be cousin in law...nyehehe...That night, we went to have mi kampua (Mi kampua is a Foochow noodle dish. In Kuching, it's known as mi kolok)...it was...just OK..not as good as I expected it to be..And sucks because they put perut lembu...bwekk...anyway, the mee itself was nice...Me and dudin went to the playground after having our dinner..(dudin had french fries for dinner..ahahaha)...
Before going back to the house, we tried ( or I tried) my luck at the pasar malam again, if there's any chance for the red bean pau..Sadly, no luck this time again. I just bought some pau kelapa..that's all...Hehe, some for dad as well...

Finally, the day came for us to fly back to Kuching. And sis went back to Kapit as well. Before sending us to the airport, mum bought lots of Foochow bread, or famously known as 'kompia' for me...RM6..got about 36..nyehehe..Kompia (Guang Bing), was invented by the hero Ji Guang as dry food for his soldiers to carry along during Anti-Japanese occupation war in China. It tastes like French Bread but it has sesame seeds on top. There's another type of kompia, it is sweet tasting, with no sesame seeds on top. I like that one better...:P



Another, famous food..err..fruit which can only be found in Sibu is buah dabai..Dabai is a native fruit of Sarawak harvested by local natives and sold it in the native market. The external colour of dabai is black while the fresh of the fruit is yellow in colour. The seed in the centre is yellow and diamond in shape as shown in the picture on the left. You can only eat the seed if you can crack open the seed. What mum usually did was to boil the fruit, and eat them with salt. Sometimes, me and my family eat them with rice, to replace vege dish.
Yeah, journey ends here..This year, didnt went back to Mukah..so no umai and kelupis for me this year.. :(
Satisfying the Wong in me.

Aug 28, 2005

Hilang bendera

Kerana menyambut seruan kerajaan...dan juga kerana berbangga Malaysia merdeka kali ke-48nya, papa letakkan bendera di keretanya. Bendera kecil, berharga lebih kurang RM5.

Petangnya, selepas keluar dari pejabat ke tempat parking kereta, bender itu hilang. Lesap.

Papa pulang, bising-bising.

Aku cuma menahan gelak. Pertama kali mengibarkan bendera di kereta, sudah dicuri orang. Once bitten, twice shy....

Haha.

Mungkin orang itu lebih patriotik. Sehingga sanggup mencuri bendera papaku.

Hmmm...

Aku harap, orang-orang zaman dulu tidak begitu. Buat kerja kotor untuk mencapai kemerdekaan....

Hmmm...

Entahlah. Semuanya terletak pada hati diri sendiri. Tuhan saja yang tau.


"When I want something, I'll do anything...by hook, but never by crook"
On answering Ms. Irene question on what will you do to get this MARA scholarship....

Aug 26, 2005

Lelaki itu yang bernama ayah..



Lelaki itu yang bernama ayah,
Wajahnya penat terukir seribu derita,
Selama dia melangkah ke alam bapa,
Betapa dia tidak pernah menyangka,
Pemergian itulah yang paling sukar.

Lelaki itu yang benama ayah,
Menangisi satu pemergian,
Perginya ibu si pendodoi malam,
Kembalinya dia diidam-idam.

Lelaki itu yang bernama ayah,
Menangisi satu pemergian,
Perginya bapa berurat payah,
Kembalinya bagai melepas lelah.

Lelaki itu yang bernama ayah,
Menangisi satu pemergian
Perginya anak kecil ke sisi Illahi,
Kembalinya dia hanyalah dalam mimpi.

Lelaki itu yang bernama ayah,
Menangisi satu pemergian,
Perginya kekasih sehati sejiwa,
Kembalinya dia bertemu di syurga.

Maka, lelaki itu yang bernama ayah,
sebelum kau menangis lagi,
biar ku luah agar kau kan senyum semula,
sayangku padamu,
takkan biarkan kau menangis lagi.

...rindu papa...